liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 BARON69 RONIN86 DINASTI168
Ratusan Bursa Kripto Bangkrut, Bitcoin dkk Diramal Berubah dari 3 Sisi

Harga Bitcoin meningkat lebih dari 80% selama semester pertama ke level di atas US$ 31.000 atau sekitar Rp 466 juta. Namun, cryptocurrency ini gagal menyentuh US$ 31.000 sebanyak tiga kali.

Berdasarkan data Magic, harga Bitcoin melonjak dari US$16.000 di awal tahun hingga mencapai US$31.000 pada 31 Juni. Pada bulan Juni, harga naik sebesar 11,98%.

Menurut Pakar Finansial Crypto Magical Panji Yudha, kenaikan harga Bitcoin pada akhir Juni ini disebabkan sentimen positif dari beberapa perusahaan manajemen aset skala besar seperti BlackRock, Fidelity dan WisdomTree yang mengajukan lisensi untuk menawarkan produk investasi spot Bitcoin ETF .

“Hal ini berdampak positif, mendorong reli Bitcoin hingga lebih dari 20% sepanjang Juni 2023,” ujar Panji Yudha dalam keterangan media, Selasa (4/7).

Data Coinglass menunjukkan bahwa harga rata-rata Bitcoin selama bulan Juli dari tahun 2013 hingga 2022 meningkat sekitar 9,18%. “Hal ini menunjukkan bahwa ada peluang bagi Bitcoin untuk terus menguat di bulan Juli berdasarkan data tersebut,” ujar Panji Yudha.

Selama 11 hari terakhir, harga Bitcoin bertahan di atas US$30.000 dengan pergerakan sideways di kisaran US$29.500 – US$31.400.

Harga Bitcoin telah jatuh ke US $ 29.500 pada hari Sabtu, didorong oleh Komisi Bursa Efek atau pernyataan SEC yang menyatakan bahwa aplikasi ETF Bitcoin Spot ETF oleh beberapa perusahaan manajemen aset pendaftaran tidak lengkap dan memerlukan lebih banyak informasi sebelum dipertimbangkan untuk disetujui .

“Pernyataan ini disambut baik oleh investor untuk mengambil untung, sehingga harga Bitcoin turun. Namun naik lagi menjadi US$ 31.129 pada perdagangan hari ini,” kata Panji Yudha.

Secara teknikal, harga Bitcoin mencapai area resistance US$ 31.400 pada Senin malam (3/7), namun gagal menembusnya pada Selasa pagi (4/7).

“Bitcoin mencoba menembus area resistance saat ini dan menuju US$32.000 jika dalam jangka pendek bisa bertahan di atas US$30.800. Sebaliknya, jika tembus di bawah US$ 30.800, maka Bitcoin berpotensi kembali ke area support di US$ 29.500,” ujar Panji Yudha.

Bitcoin 3 kali gagal tembus Rp 466 juta

Trader eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan, berdasarkan analisis teknikal, Bitcoin masih berada di level psikologis terkuat dan berada di atas Moving Average (MA) 50 di harga US$ 30.000.

Artinya, harga Bitcoin cukup stabil dan bisa dianggap sebagai tanda positif untuk menutup bulan Juni. Namun, perlu dicatat bahwa harga triple Bitcoin gagal menembus US$31.000.

Meski akhirnya, harga Bitcoin kini sudah mencapai US$31.000.

“Sentimen penggerak minggu ini cenderung netral. Tidak akan banyak berdampak pada pasar,” kata Fyqieh Fachrur dalam keterangan media, Senin (3/7).

“Pasar dalam keadaan wait and see alias tunggu dan lihat. Ini terjadi setelah mereka menyaksikan drama SEC yang menyebutkan BlackRock dan Bitcoin ETF kabur dari Fidelity minggu lalu,” katanya.

Dari sisi sentimen ekonomi makro, angka PMI Manufaktur China dan Amerika Serikat menarik perhatian investor. Kemudian, pada Kamis (6/7), akan dirilis PMI non-manufaktur AS yang memberikan insight tentang kondisi ekonomi dan inflasi di Amerika.

Kemudian pada Jumat (7/7), akan dirilis data US NFP atau nonfarm payrolls yang menjadi indikator kuat kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Ini juga mempengaruhi pergerakan pasar crypto.