liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 BARON69 RONIN86 DINASTI168
Dikabarkan Akan Ditinggal JD.Com, JD.ID PHK Lagi 200 Pegawai

JD.ID akan menutup operasionalnya pada 31 Maret. Selain itu, ada tujuh perusahaan e-commerce yang tutup layanan atau bangkrut di Indonesia, padahal pandemi corona mendorong masyarakat untuk berbelanja online.

Edward Ismawan Chamdani, Co-Founder dan Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital, mengatakan startup di Indonesia tutup karena persaingan dari platform serupa yang dominan.

Selain itu, ada faktor lain seperti sentimen ekosistem pendanaan untuk sektor teknologi di dalam negeri dan global yang secara umum menyebabkan pasar Indonesia cenderung tidak menjadi prioritas.

“Atau koordinasi lini bisnis yang kontribusinya belum dominan,” kata Edward kepada Katadata.co.id, Selasa (31/1).

Ketua Asosiasi Modal Ventura Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro juga mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan startup e-commerce seperti JD.ID tutup. Faktor-faktor ini meliputi:

Pendapatan tidak kompetitif tidak berkembang Pengalaman pengguna tidak baik Investor menghentikan pendanaan, dll

JD.ID adalah perusahaan patungan (JV) JD.Com dengan firma ekuitas yang berbasis di Singapura, Provident Capital Partners, yang didirikan pada tahun 2015.

Kabar JD.Com akan merilis operasi bisnisnya di Indonesia yakni JD.ID dan di Thailand sudah menyebar sejak bulan lalu. Kabarnya, hal ini bertujuan untuk mengurangi kerugian di kawasan Asia Tenggara dan memperkuat operasi di China.

Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID Setya Yudha Indraswara juga mengatakan penutupan JD.ID merupakan keputusan strategis dari JD.Com.

“Ini adalah keputusan strategis JD.Com untuk berekspansi di pasar internasional dengan fokus membangun jaringan rantai pasok lintas batas. Logistik dan pergudangan itu intinya,” kata Setya kepada Katadata.co.id, Senin (30/1).

JD.ID sudah dua kali melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK pada Mei dan Desember 2022. Jumlah karyawan yang dipecat pada Mei 2022 tidak disebutkan. Sedangkan pada Desember 2022, JD.ID mem-PHK 30% dari total atau sekitar 200 orang.

JDL Express, perusahaan logistik yang terafiliasi dengan JD.ID, mulai menutup layanannya pada 22 Januari lalu. Selain itu, telah berhenti mendaftarkan pengguna baru sejak 1 Januari.

“Layanan JDL Express Indonesia sudah tidak aktif mulai 22 Januari,” seperti dikutip dari situs resmi JDL Express, pekan lalu (23/1).

Setidaknya ada delapan startup e-commerce, termasuk JD.ID, yang bangkrut atau menutup layanannya di Indonesia sejak wabah korona dimulai. Berikut daftarnya dan alasannya:

1.Fabio

Startup Fabelio bangkrut pada Oktober 2022 dan disebut tidak mampu membayar gaji pekerja sejak akhir 2021. Pengguna Change.org atas nama pekerja juga mengajukan petisi pada Agustus 2021.

Petisi di Change.org mengumpulkan 3.160 tanda tangan per Desember tahun lalu. “Saya sudah lama bekerja di Fabelio di level 5. Terakhir saya mendapat gaji pada September 2021. Itu baru 75%,” ujarnya seperti dikutip laman Change.org atas nama karyawan Fabelio , tahun lalu (14/1/2022) .

Namun, ada penjelasan dari Fabelio terkait alasan penutupan layanan tersebut. Sementara itu, startup e-commerce furnitur ini mendapatkan pendanaan seri C sebesar US$9 juta pada tahun 2020.

Jumlah dana yang terkumpul Fabelio adalah US$ 20 juta atau sekitar Rp. 300 miliar dari investor seperti AppWorks, 500 Startups, MDI Ventures.

2. Sorabel

Sorabel menutup layanan e-commerce fashion pada Juli 2020. Perusahaan menargetkan segmen menengah ke bawah. Namun, beberapa orang di segmen ini sangat terpengaruh oleh wabah virus corona.

“Covid-19 melanda pada titik paling rentan dalam strategi pendanaan kami dan menghancurkan basis pelanggan inti kami,” ujar Co-Founder Sorabel Jeffrey Yuwono, dikutip dari e27, pada 2020 (27/8/2020).

Situs web, saluran media sosial, dan aplikasi Sorabel telah dihentikan oleh PT Sale Stock Indonesia dan dialihkan ke PT Berrybenka.

3.Bambang

Startup penyedia platform sembako ini akan menutup layanannya pada Mei 2022. 26). /5).

Brambang akan menjadi pasar ponsel pintar dan elektronik. Perusahaan juga membuat akun Instagram baru yaitu @brambangelektronik.

Namun, tidak ada penjelasan mengapa Brambang berpindah usaha.

4. Kotak sayur

Sayurbox menutup operasional di Bali pada 31 Desember 2022 dan menutup toko offline di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Juni lalu.

Bulan lalu, Sayurbox menerapkan pemutusan hubungan kerja alias PHK bagi 5% karyawan. Ini adalah bagian dari upaya Sayurbox untuk menjadi perusahaan yang mandiri secara finansial dan tumbuh secara berkelanjutan.

“Keputusan sulit ini tidak bisa dihindari agar perusahaan lebih gesit dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan,” ujar Amanda dalam siaran pers, bulan lalu (7/12/2022).

Selain itu, “agar bisnis bisa berkelanjutan dalam jangka panjang,” imbuhnya.

5. Tanihub

TaniHub menghentikan operasional dua gudang atau gudang di Bandung dan Bali pada Februari 2022. Startup pertanian ini juga melakukan PHK.

Senior Corporate Communications Manager TaniHub Group Bhisma Adinaya menjelaskan, perseroan ingin mempertajam fokus bisnisnya.

Hal ini dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan melalui kegiatan Business to Business (B2B) seperti hotel, restoran, kafe, perdagangan modern, perdagangan umum, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta mitra strategis.

6. Pisang

Startup Bananas mulai beroperasi pada Januari 2022 dan menutup layanannya pada Oktober 2022. Perusahaan dilaporkan memberhentikan 36 karyawan berdasarkan laporan Tech In Asia.

Startup perdagangan cepat telah memutuskan untuk menutup layanan e-grocery-nya. “Dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami ingin terus melayani pelanggan setia kami,” kata perusahaan itu.

“Namun, setelah beroperasi berbulan-bulan sambil terus menjajal berbagai bagian usaha, kami tidak bisa membayangkan bagaimana unit ekonomi (yang mereka kembangkan) ini bisa berjalan,” tambah Pisang.

7. Sebelas

Elevenia tutup pada tanggal 1 Desember. E-commerce ini diluncurkan pada Maret 2014. Namun, belum ada penjelasan mengapa perusahaan tersebut tutup.

8.JD.ID

JD.Com meluncurkan bisnisnya di Indonesia yaitu JD.ID. Raksasa e-commerce itu akan fokus mengembangkan pasar internasional dengan fokus membangun jaringan rantai pasok lintas batas.

“Logistik dan pergudangan adalah intinya,” ujar JD.ID Head of Corporate Communications & Public Affairs Setya Yudha Indraswara.